Widget HTML Atas

SALEP ; Pembuatan Salep Dengan Cara Meleburkan (Part 1)




SALEP ; Pembuatan Salep Dengan Cara Meleburkan (Part 1)

Menurut FI. IV, salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lendir. Salep tidak boleh berbau tengik. Kecuali dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang mengandung obat keras atau narkotika adalah 10 %.

Salep memiliki bahan dasar yang berbeda-beda konsistensinya. Dasar salep biasanya terbuat dari dua bagian atau lebih yang konsistensinya berbeda. Dalam pembuatan salep untuk memperoleh suatu massa dasar salep yang baik, dicampurkan bahan-bahan sebagai berikut, contohnya cera dengan minyak lemak, walaupun kedua nya memiliki titik lebur yang berbeda jauh, namun dapat dilebur dalam perbandingan-perbandingan tertentu sehingga diperoleh massa yang baik.

 Umumnya hampir semua bahan dalam pembuatan salep dilebur dalam cawan penguap diatas tangas air, sedangkan alat untuk pengadukan digunakan pengaduk kaca atau spatel kayu. Namun terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan khususnya pada kebersihan bahan, banyak juga dari bahan-bahan yang dilebur tersebut kurang bersih, oleh karena itu dalam mengatasinya harus disaring dengan kain kassa pada saat bahan panas dan tentunya mengakibatkan berkurang beratnya sehingga bahan-bahan yang dilebur dilebihkan menimbangnya sebesar 10 - 20%.

Contoh salep yang dibuat dengan peleburan :

  1. Unguentum Simplex (Ph. Ned. Ed. V)

           R/ Cera flava               30

               Ol. Sesami              70

 

  1. Unguentum Iecoris Aselli ( Ph. Ned.)

          R/ Oleum Iecoris aselli           40

              Cera flava                         10

              Vaselin flava                      50

Pembuatan :

- Lebur cera dan vaselin

- Terakhir campur dengan oleum iecoris (oleum iecoris tidak dipanaskan)

 Demikianlah penjelasan mengenai pembuatan salep dengan cara peleburan. Semoga bermanfaat.

 

 

No comments for "SALEP ; Pembuatan Salep Dengan Cara Meleburkan (Part 1)"