Widget HTML Atas

Yuk! Mengingat Kembali Penggolongan Obat Tradisional Pada Masa Pandemi COVID-19


Yuk! Mengingat Kembali Penggolongan Obat Tradisional Pada Masa Pandemi COVID-19

Penggolongan obat tradisional . Dalam menghadapi masa pandemi COVID-19 banyak timbul kekhawatiran, menurunnya perekonomian, serta menurunnya kesehatan masyarakat. Masa pandemic COVID-19 seperti ini kita sering mendengar dan membaca tentang berbagai penemuan obat dari bahan alam untuk mencegah infeksi virus tersebut, sehingga saat ini banyak masyarakat berburu dan kembali pada berbagai jenis obat dari bahan alam. Banyak ramuan - ramuan obat tradisional yang secara turun-temurun digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa pengobatan herbal tidak memiliki efek samping. Pemahaman masyarakat tentang obat dari bahan alam tersebut harus diluruskan, untuk diketahui di Indonesia saat ini terdapat 3 macam penggolongna obat dari bahan alam yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yaitu :

  1. Obat tradisional (Jamu)
  2. Obat Herbal Terstandar (OHT)
  3. Fitofarmaka

Ketentuan Pokok Pengelompokkan dan Penandaan Obat Bahan Alam di Indonesia sesuai dengan Keputusan Kepala Badan POM No. HK. 00.05.4.2411 tahun 2004 yaitu :


Baca juga : Penggolongan Obat Herbal/ Obat Bahan Alam di Indonesia

Penjelasan obat tradisional, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka :

  1. Obat tradisional

Berdasarkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), obat tradisional (OT) adalah bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bagian hewan, mineral, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang digunakan secara turun temurun untuk pengobatan. Salah satu bentuk obat tradisional adalah jamu. Jamu diberi tanda simbol gambar pohon berwarna hijau.

Jamu harus memenuhi beberapa kriteria :

  1. Aman
  2. Klaim khasiat berdasarkan data empiris (pengalaman)
  3. Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku

Saat ini terdapat beberapa jamu bermerk yang beredar dipasaran contohnya : Antangin mint®, Enkasari®, Buyung Upik®, batugin®.

 

  1. Obat Herbal Terstandar (OHT)

Obat Herbal Terstandar adalah adalah obat tradisional yang berasal dari ekstrak bahan tumbuhan, hewan maupun mineral, yang telah dilakukan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standar kandungan bahan berkhasiat, standar pembuatan ekstrak tanaman obat, uji toksisitas akut maupun kronis.

Obat Herbal Terstandar harus memenuhi beberapa kriteria :

  1. Aman
  2. Klaim khasiat secara ilmiah, melalui uji pre-klinik
  3. Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
  4. Telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi

Beberapa contoh obat herbal terstandar yang beredar ialah :Lelap®, Kiranti®, Diapet®.

  1. Fitofarmaka

Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis dan uji klinis bahan baku serta produk jadinya telah di standarisasi (BPOM. RI., 2004 ).

fitofarmaka yang saat ini beredar di masyarakat  memiliki logo jari-jari daun yang membentuk bintang dalam lingkaran.

 Fitofarmaka harus memenuhi beberapa kriteria :

  1. Aman
  2. Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah, melalui uji pre-klinik dan klinik
  3. Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
  4. Telah dilakukan standardisasi bahanbakuyang digunakan dalam produk jadi

Contoh fitofarmaka yang beredar yaitu : Tensigard, Stimuno, Nodiar.

 

Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional maka pada obat herbal harus memenuhi persyaratan keamanan dan mutu produk jadi yang meliputi : organoleptik, kadar air, cemaran mikroba, aflatoksin total, cemaran logam berat, keseragaman bobot, waktu hancur, volume terpindahkan, penentuan kadar alkohol; dan/atau pH.

 

Sumber :

  1. Keputusan Kepala BPOM No HK.00.05.4.2411 tanggal 17 Mei 2004 tentang Ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alam Indonesia.
  2. Peraturan BPOM No.32 tahun 2019 tanggal 23 Oktober 2019 tentang Persyaratan Kemanan dan Mutu Obat Tradisional.

 

No comments for "Yuk! Mengingat Kembali Penggolongan Obat Tradisional Pada Masa Pandemi COVID-19"