Widget HTML Atas

Belajar Memahami Resep



Belajar Memahami Resep

Belajar memahami resep. Sebagai calon farmasis belajar memahami segala hal tentang resep merupakan hal yang wajib untuk diketahui. Pertama – tama tentu saja kita harus mengetahui apa itu resep.

Berdasarkan Permenkes RI nomor 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek menjelaskan bahwa Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronic untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlaku.

Berdasarkan Permenkes RI nomor 73 tahun 2016 apabila terdapat resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu 5 (lima) tahun dapat dimusnahkan. Pemusnahan Resep dilakukan oleh Apoteker disaksikan oleh sekurang-kurangnya petugas lain di Apotek dengan cara dibakar atau cara pemusnahan lain yang dibuktikan dengan Berita Acara Pemusnahan Resep menggunakan Formulir 2 sebagaimana terlampir dan selanjutnya dilaporkan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota.

 

Persyaratan Administrasi Resep

Persyaratan administrasi yang harus dimiliki resep menurut surat keputusan menteri kesehatan RI nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004, meliputi:

  1. Nama, SIP, dan alamat dokter
  2. Tanggal penulisan resep
  3. Tanda tangan / paraf dokter penulis resep
  4. Nama, alamat, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien
  5. Nama obat, potensi, dosis dan jumlah yang diminta
  6. Cara pemakaian yang jelas
  7. Informasi lainnya

 

Bagian-bagian Resep

Di dalam resep, terbagi menjadi enam bagian, yang memberikan informasi yang berbeda- beda. Bagian resep (Jas A. 2009) :

  1. Inscriptio terdiri dari nama, alamat, dan nomor izin praktek (SIP) dokter, tanggal penulisan resep.
  2. Invocatio merupakan tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep. Permintaan tertulis dokter dalam singkatan latin “R/ = recipe” artinya ambilah atau berikanlah. Berfungsi sebagai kata pembuka komunikasi antara dokter penulis resep dengan apoteker di apotek.
  3. Prescriptio terdiri dari nama obat yang diinginkan, bentuk sediaan obat, dosis obat, dan jumlah obat yang diminta.
  4. Signatura merupakan petunjuk penggunaan obat bagi pasien yang terdiri dari cara pakai, dosis pemberian, rute dan interval waktu pemberian. Penulisan signatura harus jelas untuk keamanan penggunaan obat.
  5. Subscriptio merupakan tanda tangan/paraf dokter penulis resep yang berperan sebagai legalitas resep tersebut.
  6. Pro terdiri dari nama, alamat, umur, jenis kelamin, dan berat badan pasien.

 Contoh resep

 


 

 Baca juga : Cara mudah menghitung resep dengan "DTD"

Tanda yang terdapat dalam resep

Beberapa tanda yang terdapat dalam resep (Jas A, 2009) :

1. Tanda segera

Tanda ini dapat ditulis di sebelah kanan atas atau bawah blanko resep, apabila  dokter ingin resepnya dibuat dan dilayani dengan segera. Contoh tanda-tandanya seperti:

Cito! = segera

Urgent = penting

Statim = penting sekali

PIM (Periculum in mora) = berbahaya bila ditunda

2.Tanda resep dapat diulang (iter).

Tanda ini ditulis bila dokter menginginkan apabila resepnya diulang. Ditulis disebelah kanan atas resep dengan tulisan iter dan berapa kali pengulangan. Misalnya:

iter 1x, artinya resep dapat dilayani 2x.

3. Tanda resep tidak dapat diulang atau ne iteratie (N.I)

Apabila dokter menghendaki resepnya tidak diulang, maka tanda N.I dan ditulis di sebelah atas resep. Resep yang tidak boleh diulang adalah resep yang mengandung obat-obatan narkotik, psikotropik dan obat keras.

4. Resep mengandung narkotik.

Resep mengadung narkotik tidak boleh ada iterasi yang artinya dapat diulang.

5. Tanda seru (dosis sengaja dilampaui)

Tanda seru diberi di belakang nama obat jika dokter sengaja memberi obat dengan dosis yang melebihi dosis maksimumnya.

 Apabila terdapt informasi di dalam resep tidak jelas dan tidak dapat dipahami, maka sebagai apoteker, perlu untuk segera menghubungi dokter yang bersangkutan.

Sumber :

  1. Peraturan Meteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Jakarta: 2016
  2. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004. Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2004.
  3. Jas A. Perihal Resep & Dosis serta Latihan Menulis Resep. Edisi ke-2. Medan: Universitas Sumatera Utara Press; 2009.

 

 

 

No comments for "Belajar Memahami Resep"